MOTIVATOR BISNIS


Go to content

TEMANMU KARAKTERMU, BAHASAMU KARAKTERMU

SUCCESS ARTICLES

Johanes Lim, Sang Motivator, Sukses Kaya, Meningkatkan Sales, Public Speaker Terkenal


Penulis: Johanes Lim, Ph.D, CPC, CHt
Dikutip dari buku SANG MOTIVATOR


TEMANMU KARAKTERMU,
BAHASAMU KARAKTERMU


When the character of a man is not clear to you, look at his friends.Japanese ProverbThe character of a man is known from his conversations. (Menander)

Ketika karakter seseorang kurang jelas bagi Anda, lihatlah teman temannyaJapanese ProverbKarakter seseorang bisa diketahui dari isi percakapannya. (Menander)



Agar kita bisa lebih mudah dan lebih cepat meraih kesuksesan, kekayaan, kehormatan, dan kebergunaan; maka sebaiknya kita mempunyai teman teman dan lingkungan pergaulan yang kondusif; yakni berada dipertemanan yang juga pro terhadap kebaikan, kebergunaan, kesuksesan, dan kekayaan.

Peran teman terhadap kesuksesan dan kegagalan kita sangat besar. Teman yang baik, akan membantu meningkatkan –minimal mempertahankan- prilaku baik kita;
sebaliknya, teman yang jahat, akan mempermudah dan mempercepat kita melakukan hal yang juga jahat.
Itulah sebabnya ada pepatah Jepang yang mengajarkan agar kita melihat kepada teman-teman seseorang yang ingin kita ketahui karakternya, mengapa?
Karena seperti kata peribahasa, “Burung yang bulunya sama, akan berkumpul bersama”, maka manusia yang seaspirasi, sekegemaran, akan berkumpul dengan sesamanya!
Jika Anda pecinta “Moge” (motor gede) maka Anda akan bergaul dengan pecinta “Moge” juga, bukankah demikian?
Jika Anda pecinta bridge, maka Anda akan bergaul dengan pecinta bridge juga, agar bisa bermain, bukankah demikian?

Berarti, dengan kata lain, jika seseorang bergaul dengan penjudi, atau pecandu narkoba, atau pelacur, atau penipu, atau penjahat; bukankah hal itu mengindikasikan bahwa ia adalah salah satu dari mereka, bukankah demikian?
Realita dan logikanya adalah “Ya, demikianlah biasanya!”

Jika Anda membantah, dan berkilah bahwa, “Bukankah kita tidak boleh diskriminasi? Bukankah kita harus bergaul dengan siapa saja tanpa memandang latar belakangnya?”
Mendengar pernyataan diatas, saya merasa heran, karena tidak wajar.
Kalau orang bukan penjudi, apalagi kalau orang tidak suka judi, maka jangankan berteman, berada diarena perjudian saja pasti enggan!
Karena dua alasan:
1. Pertama, dia merasa tidak suka, sehingga tidak ada untungnya melihat atau bergaul dilingkungan itu.
2. Kedua, dia khawatir, dan takut mengalami kerugian; karena dia paham bahwa berjudi dan atau penjudi bukanlah perbuatan baik, sehingga kalau sampai dirinya ketahuan oleh keluarganya atau saudaranya berada dilingkungan itu, bisa disangka sebagai salah satu penjudi!? Wah, bisa cemar reputasinya!

Jadi secara logis dan manusiawi, adalah sangat tidak masuk akal dan sukar terjadi: ada orang benar, orang baik, yang bergaul dengan orang tidak baik, dan tanpa merasa aneh;
Secara normal, air tidak bisa bercampur dengan minyak!
Sama seperti saya belum pernah melihat ada burung merpati “kongkow kongkow” dengan burung gagak!

Jadi saudaraku, hati hati dengan siapa Anda bergaul, karena karakter Anda bisa diukur berdasarkan siapa dan atau bagaimana karakter teman teman Anda!
Jangan takut dibilang sombong atau sok suci. Tinggalkanlah (jangan bergaul) dengan teman atau saudara yang berprilaku negatif.
Reputasi dan masa depan Anda menjadi taruhan!
Ada tertulis, “Pergaulan yang buruk merusak karakter!”

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan sehubungan dengan cara menilai karakter seseorang, yakni dengan mengamati kosakata dan isi pembicaraan seseorang.
Perkataan berasal dari pikiran atau emosi.
Perkataan kotor, kasar, jahat, berarti berasal dari pikiran atau emosi yang juga kotor, kasar, dan jahat!
Sama seperti sebuah danau atau sungai; jika airnya jernih berarti mata airnya jernih; jika airnya kotor, maka mata airnya kotor.
Jangan percaya kepada orang yang berkata, “Perkataan saya memang kasar, tapi hati saya baik!”
itu adalah OMONG KOSONG BESAR atau BIG ZERO!

Berhati-hatilah dengan apa saja yang sering Anda lihat atau dengar, karena semua itu akan tersimpan dipikiran sadar dan bawah sadar Anda, sehingga cepat atau lambat akan mempengaruhi pola pikir, dan perkataan Anda, baik ataupun buruk.

Coba perhatikan:
Orang “kecil” biasanya senang membicarakan orang lain, atau kasarnya menggosipkan orang lain!
Sedangkan orang “besar” senang membicarakan gagasan dan peluang untuk kemajuan.

Juga perhatikan:
“Orang kecil”, orang kasar, orang yang tidak cukup sekolah, orang yang lingkungan pergaulannya buruk, biasanya mempunyai kosakata (vocabulary) yang khas; hanya dengan mendengarnya berkata beberapa detik saja, kita bisa tahu bahwa orang itu “uneducated”, atau “kasar” atau “preman”, misalnya

Juga perhatikan:
“Orang besar”, orang sukses, orang terhormat, orang “educated” dari caranya berbicara, dari perbendaharaan katanya, dan topik bahasannya, kita tahu bahwa ia “somebody”, bahwa ia orang baik

Karena itu saudaraku, awasi dengan seksama siapa teman pergaulan Anda, juga cara bicara dan perbendaharaan kata Anda; karena dari kedua hal itu orang akan menilai dan memberi score:
apakah Anda “orang kecil” atau “orang besar”; layak dihormati atau direndahkan; layak didekati atau dijauhi!?

SANG MOTIVATOR | ABOUT JOHANES LIM | SUCCESS ARTICLES | SINOPSIS BUKU | Site Map


Back to content | Back to main menu