Ambruk Finansial bagaimana cara mengatasinya?

AMBRUK

Ambruk adalah istilah untuk sesuatu hal fisik yang sebelumnya relatif solid dan kemudian jatuh dan rusak parah. Jadi lebih dari sekedar terjatuh atau terpuruk. Parah banget, dan susah dikembalikan kekondisi semula, istilahnya

Jadi, ketika kata “ambruk” dipakai untuk menggambarkan keadaan hidup seseorang, maka artinya: PARAH! Bukan hanya terjatuh, terpuruk, melainkan belum bisa bangkit; masih tergeletak menjadi onggokan puing hancur.

Ketika orang ambruk, maka sangat susah menolongnya, karena seperti bangunan, sudah tidak berbentuk lagi.

Misalnya orang yang semula cukup kaya cukup sukses cukup terhormat, cukup bagus hidupnya; namun tiba tiba, mendadak, entah karena sebab apa, menjadi bangkrut, ludes semua hartanya dan ladang nafkahnya, dan meninggalkan banyak hutang?!

Bersamaan, dirinya dan keluarganya hidup dalam terror, dikejar kejar hutang, dihina dan dihindari oleh sanak keluarga handai taulan teman dan tetangga; sehingga ibaratnya, “sudah jatuh tertimpa tangga”

Jadi, bukan hanya TIDAK DIMOTIVASI atau dikuatkan atau diberikan nasehat pengharapan, malahan DIHINA DAN EJEK DAN DIINJAK INJAK SEKALIAN.

 

Sesungguhnya, jatuh bangkrut secara finansial -apakah karena di PHK ataukah bisnis rugi, ataukah ditipu- bukanlah hal aneh; sudah banyak dan sering terjadi. Dan orang yang berpikir dan berkarakter positif, akan bisa segera bangkit kembali….. karena ADA ORANG YANG MENGULURKAN TANGAN MENOLONGNYA. Ibarat orang yang terjerembab “kelumpur hisap”, yang umumnya tidak bisa menolong mengeluarkan dirinya sendiri dari jeratan lumpur; melainkan perlu ada orang mengulurkan tali atau tongkat bantuan, untuk menariknya keluar dari lumpur hisp tsb.

Itu peristiwa heroik. Bukan hanya bagi orang yang terjatuh; melainkan juga bagi orang yang mengulurkan tangan menolongnya. Dan akan menjadi KESAKSIAN HIDUP YANG INDAH, happy ending.

 

Namun bagi orang yang AMBRUK, kisahnya berbeda. Bukan hanya tidak ada yang mengulurkan tongkat menolongnya keluar dari lumpur hisap, malahan ikut melemparinya dengan batu atau telur busuk.

Bukan karena orang yang “ambruk” itu sebelumnya berbuat jahat atau orang jahat, bukan! Melainkan karena IRRATIONAL REASON!?

Tanpa alasan yang jelas; tanpa sebab musabab, istilahnya.

Mungkin karena “Tuhan Allah mengijinkan itu terjadi”?!

 

Jadi bagaimana solusinya untuk membantu orang yang dalam keadaan “ambruk”?

Bagaimana caranya orang yang ambruk bisa bangkit kembali jika sudah hancur berkeping keping tidak berbentuk lagi? Dan tidak ada orang yang menolongnya, malahan terus menyakiti dan menghinanya?

Bahkan sudah berdoa bertalu talu, plus berpuasa, minta pertolongan Tuhan Allah; namun tetap saja tidak ada pertolongan.

JADI, KETIKA TUHAN DAN MANUSIA SEPERTINYA TIDAK MAU MENOLONG; PADAHAL DIRI SENDIRI SEDANG POWERLESS RESOURCELESS, apakah masih akan ada terbit fajar setelah malam panjang yang kelam?