Menghalalkan segala cara

Sudah sering terdengar cerita tentang orang yang demi uang, demi kekayaan, demi jabatan, menghalalkan segala macam cara untuk mencapainya; baik maupun buruk; legal maupun illegal; bahkan dengan cara jahat kejam pun dilakoni; yang penting tujuan tercapai!

Kalau kita sanggah dengan mengatakan bahwa hal itu hanya “oknum” dan atau hanya terjadi di “dunia sekuler”; namun realitanya hal itu terjadi secara masif dan umum; dimana mana, kapan saja dan sejak dahulu kala; serta disemua sektor, duniawi maupun rohani.

Kalau masih ada yang berkilah, maka sudah pasti orang tsb munafik atau “sakit” atau “mati suri”; atau belum ada kesempatan.

Kalau ada yang mempertanyakan: KENAPA YA ORANG YANG NAMPAK BERAGAMA, BAHKAN GEMAR MEMBAWA BAWA NAMA TUHAN KOK PERILAKUNYA TETAP SAJA KORUPTIF?

 

Alasan pastinya tentu saya tidak tahu. Harus ditanyakan kepada pelakunya langsung. Namun kalau dugaan saya karena 2 faktor:

  1. FAKTOR SOSIAL, yang mendewakan dan mengagungkan kekayaan dan kesuksesan, karena PASTI mendapatkan penghormatan dan pelayanan dari hampir siapa saja yang berhubungan dengannya. Masyarakat hampir tidak perduli darimana seseorang mendapatkan kekayaan; asalkan dia kaya, maka akan dihormati. Apalagi jika orang itu royal membagikan sebagian uangnya, maka akan dijunjung dan dilayani.
  2. FAKTOR MENTAL yang entah mengapa bisa seolah terlepas (terpisah) dari esensi agama. Normalnya, orang yang taat beragama, ekuivalen dengan taat kepada Tuhan dan perintahNYA. Dan warasnya, perintah Tuhan itu adalah agar manusia berbuat kebajikan kepada sesamanya manusia dan mempermuliakan Tuhannya; tentu saja salah satu karakter ilahi adalah INTEGRITAS, selain KEBAIKAN dsb. Belum lagi jika dikaitkan dengan pengajaran yang katanya Tuhan itu Maha Tahu dan Maha Hadir, bukankah artinya Tuhan mengetahui kalau kita berbuat curang atau jahat? Lantas, mengapa tidak takut?

 

Karena saya bukan Rohaniwan, maka bukan tugas saya untuk mengajarkan hal rohani; namun kalau boleh saya mengungkapkan pendapat, menurut saya:

  • MENJADI ORANG YANG SUKSES KAYA BOLEH SAJA, bahkan seyogianya ditargetkan dan dicapai
  • Namun TUJUAN ATAU ALASAN MENGAPA KITA PERLU SUKSES KAYA? Adalah agar KITA BISA MENJADI LEBIH BERGUNA bagi sesama manusia; agar kita bisa menjadi saluran berkat rakhmat Tuhan Allah; menjadi “duta” Tuhan Allah dibumi, dalam menyatakan kasih dan kuasa dan berkatNYA
  • Karena tujuan yang baik harus dicapai dengan cara yang juga baik, maka seyogianya tidak ada alasan untuk menghalalkan segala cara; melainkan harus cara yang benar dan berkenan