Pentingkah kemasan diri

PENTINGKAH KEMASAN DIRI?

Sama seperti produk/jasa yang dipajang dan dijual dietalase toko, sesungguhnya setiap manusia juga “memajang dan menjual” dirinya; namun ada yang secara sadar mengetahui akan hal itu; dan ada yang sampai matinya tidak tahu.

Bagi orang yang tahu pun, ada yang secara serius mengelola “pajangan” dirinya agar attraktif dan berharga serta mudah dijual mahal; ada pula yang tidak begitu memperdulikannya, membiarkan mengalir begitu saja apa adanya, “terserah nasib” istilahnya

 

Kali ini saya ingin menginspirasi Anda bahwa,

  1. Jangan tidak tahu, melainkan pahamilah akan hal itu
  2. Jangan hanya memahami, melainkan kelolalah sekarang juga
  3. Jangan hanya mengelola, melainkan lakukanlah sedemikian baik sampai tidak ada lagi cara yang lebih baik dari itu

 

Seperti ada tertulis, “Tuhan melihat hati; manusia melihat rupa (penampilan)”

Karena kita hidup berinterelasi sehari hari dengan manusia, yang menilai dan “menghakimi” kita dari apa yang kita tampillkan; maka jika tidak mau direndahkan dan dihina oleh manusia, maka tampilkanlah yang terbaik yang dimungkinkan.

Bukan untuk sombong sombongan, melainkan untuk kepentingan hidup dan kelancaran rejeki Anda sendiri!

Kalau Anda terlihat “belel” (dekil and the kumel, istilahnya), nampak susah, nampak miskin, maka akan dijauhi oleh orang berada!

Bahkan sesuai “The Law Of Attraction” dan atau peribahasa “Burung yang bulunya sama akan berkumpul bersama”, maka yang akan mengerubungi Anda adalah sesama orang susah orang kecil orang miskin.

Dan karena saling menyusahkan, maka kedua pihak tambah sengsara hidupnya.

Itulah sebabnya terjadi realita “ORANG MISKIN TAMBAH MISKIN, ORANG KAYA TAMBAH KAYA”