Pentingnya REKAM JEJAK

Dalam bahasa Inggris, rekam jejak adalah Track Record; yang artinya adalah “hal apa saja yang sudah dilakukan dan atau dicapai oleh seseorang dimasa lalu sampai keadaannya sekarang”

Walaupun pada umumnya yang dimaksud dengan Rekam Jejak adalah PRESTASI ATAU KONTRIBUSI APA YANG SUDAH DIBERIKAN SESEORANG KEPADA MASYARAKAT? ; karena hal itu berkaitan dengan acara pemilihan kepemimpinan (sosial politik agama budaya) misalnya?

Namun dalam kesempatan ini saya tidak membahas Track Record secara umum, melainkan menganalogikanya dengan Footprint atau bekas jejak kaki.

Berdasarkan analisa footprint, kita bisa tahu beberapa hal: (1) Jejak apakah ini? Manusia atau khewan? Kalau khewan jenis apa? (2) Kalau jejak manusia apakah pria atau wanita? Dewasa remaja atau kanak kanak? (3) Apakah manusia tsb berat atau ringan bobotnya? (4) Apakah baru lewat atau sudah lama? (5) Dari arah mana menuju kemana?

Berdasarkan 5 hal dasar tsb akan dengan mudah diidentifikasi tentang jejak kaki tsb; yang jika itu adalah khewan yang hendak diburu, akan mudah ditemukan; dan jika manusia juga akan mudah ditemukan, selama jejak kakinya belum tersapu angin atau air

Kalau urusan jejak kaki di alam saja mudah dilacak, apalagi jejak kehidupan seseorang di “jaman now” ini?

Hanya dengan mengetikkan kalimat “Johanes Lim” misalnya di “mbah Google”, maka akan keluar ratusan webpage yang menampilkan tulisan maupun gambar tentang “Johanes Lim”; tentang SIAPAKAH DAN BAGAIMANAKAH orang tsb? Bad Reputation atau Good Reputation? Orang berguna atau orang tidak berguna? Orang sukses atau gagal? Orang kaya atau miskin?

Kalau masih kurang jelas, tinggal di expose melalui sosmed (misalnya) dengan bentuk quiz misalnya: APA PENDAPAT ANDA TENTANG ORANG INI?

Maka dalam hitungan menit akan tayang (mungkin) ribuan chat dari orang orang yang mengenalnya, yang menyampaikan tentang baik buruknya orang tsb

Inilah wajah dunia kita sekarang, NUDE, telanjang, transparent, borderless, limitless.

YANG SAYA HERAN DAN MERASA ANEH: Kok masih saja ada orang yang berani mencalonkan diri menjadi Pemimpin dan gembar gembor tentang aneka janji surga tentang kebaikan kehebatan kebergunaan kehormatan kemuliaan; padahal tidak ada secuilpun atau setetespun bukti tindakan yang dijanjikannya tsb pernah dilakukan dalam Rekam Jejak kehidupannya?!

Lantas, jika riwayat hidupnya “plangak plongok” bagaimana mungkin kok berani menjanjikan sesuatu hal mulia akan bisa dilakukannya kelak jika terpilih menjadi pemimpin?

Menurut logika saya KATAK TIDAK MUNGKIN MENJADI LEMBU, bagaimanapun sang katak bertekad?!

 

CATATAN:

  • Namun sungguh disayangkan; banyak nasib sebagian rakyat ditempat tertentu “APES” karena memilih Pemimpin bukan berdasarkan Track Record, melainkan hanya berdasarkan janji angin surga bahkan hoax; atau yang tersering berdasarkan “serangan fajar, duit”. Itu mungkin “takdir atau kutukan” untuk mereka?

 

Tanpa berpretensi apapun, karena Johanes Lim bukan simpatisan manapun; saya hendak mengungkapkan kekaguman saya kepada PARTAI SOLIDARITAS INDONESIA (PSI) yang menerapkan seleksi dan sosialisasi Kader secara ketat berdasarkan Rekam Jejaknya, dll, dsb

Kalau ada Pemimpin negeri lain yang saya kagumi dan hormati adalah Almarhum LEE KUAN YEW, Bapak Singapura, yang memperjuangkan pendirian pembangunan pembesaran penghebatan Singapore, dari tanah tempat para budak menjadi negara kecil berkekayaan besar yang dihormati oleh seluruh dunia.

Kalau ada Pemimpin dari negeri sendiri yang saya kagumi Rekam Jejaknya dari dahulu sampai sekarang; dari dirinya pribadi, sampai istri, anak mantu dan cucu serta orangtuanya, adalah PRESIDEN JOKO WIDODO.

Beliau bukan hanya jujur; bukan hanya sederhana; bukan hanya bekerja sangat keras untuk memajukan Indonesia; melainkan karena Beliau SANGAT  MENGASIHI INDONESIA BESERTA SEGENAP TUMPAH DARAHNYA.

Dan itu bukan janji atau rhetorika

SEMUA ITU ADALAH REKAM JEJAK, sejarah