Motivasi Bisnis: Kenapa Motivator Bisnis 4.0?

motivasi bisnis, motivator bisnis indonesia, inspirator hidup, motivator terbaik, pengubah hidup, pembicara terbaik, pembicara terkenal, pelatih sukses, pakar industry 4.0, johanes lim

Motivasi Bisnis: Kenapa Motivator Bisnis 4.0?

Artikel Motivasi Bisnis dari Motivator Bisnis: Dr.Johanes Lim

VIDEONYA BISA ANDA TONTON DENGAN KLIK BANNER INI

motivasi bisnis, motivator bisnis indonesia, inspirator hidup, motivator terbaik, pembicara terbaik, pembicara terkenal, pelatih sukses, pakar industry 4.0, industrial revolution 4.0, pakar revolusi industri 4.0, pakar revolusi industry 4.0, revolusi industry 4.0

Motivasi diperlukan oleh semua orang, dari usia muda sampai tua, dari segala strata dan aspek sosial ekonomi; karena “market potential” nya sedemikian besar, dan “entry barrier” nya rendah, berbondong bondong berduyun duyun lah orang merasa mau mampu menjadi MOTIVATOR, dengan aneka motif

VIDEONYA BISA ANDA TONTON DENGAN KLIK BANNER INI

motivasi bisnis, motivator bisnis indonesia, inspirator hidup, motivator terbaik, pembicara terbaik, pembicara terkenal, pelatih sukses, pakar industry 4.0, industrial revolution 4.0, pakar revolusi industri 4.0, pakar revolusi industry 4.0, revolusi industry 4.0

Untuk Anda yang memerlukan motivasi bisnis, motivator bisnis indonesia, inspirator hidup, motivator terbaik, pengubah hidup, pembicara terbaik, pembicara terkenal, pelatih sukses, pakar industry 4.0, johanes lim

Karena secara umum, menjadi MOTIVATOR itu DIANGGAP paling gampang, dan nyaris tanpa syarat; tidak perlu harus berpendidikan tinggi; tidak perlu harus mempunyai kompetensi tertentu; tidak perlu harus mempunyai prestasi tertentu; siapa saja yang mau menjadi MOTIVATOR, bisa kutap kutip aneka Success Quotes dan atau bisa mengutip pengajaran motivasi yang dibacanya dari buku atau Motivator lain, bisa memberikan petuah inspiratif dan bisa teriak teriak loncat loncat menyemangati orang, diperbolehkan, dan dianggap sudah menjadi MOTIVATOR; untuk promosi diri atau personal branding, tinggal dipoles dibumbui dengan “tagline”: MOTIVATOR TERBAIK atau MOTIVATOR TERHEBAT, dll, dsj; toh mengagulkan diri sendiri bukanlah tindak pidana, bukan? 🙂

Namun menurut Johanes Lim, untuk menjadi Motivator yang efektif produktif, perlu spesialisasi, agar fokus dan berhasil hebat; tidak dangkal sepotong sepotong karena subjectnya meluas keberbagai kompetensi.

motivasi bisnis, motivator bisnis indonesia, inspirator hidup, motivator terbaik, pengubah hidup, pembicara terbaik, pembicara terkenal, pelatih sukses, pakar industry 4.0, johanes lim

Kata SPESIALISASI saya IBARATKAN seperti istilah dalam profesi KEDOKTERAN. Setelah lulus dan layak praktek menjadi GENERAL PRACTITIONER (GP) atau dokter umum, maka bisa melanjutkan study nya untuk mendalami bidang pengobatan tertentu, atau mengambil spesialisasi istilahnya; yang jika mengambil ilmu penyakit dalam, harus menyelesaikan pendidikan spesialis selama 4-5 tahun untuk mempelajari bagaimana mencegah, mendiagnosis, dan merawat penyakit yang menyerang orang dewasa; maka kelak menjadi INTERNIST atau SPECIALIST penyakit dalam.

Bahkan Dokter SPECIALIST diatas bisa menjadi SUPERSPECIALIST (atau yang kemudian disebut Subspecialist) mengambil pelatihan tambahan 1-3 tahun untuk “mensubspesialisasikan” pada salah satu dari (saya ambil sebagai contoh) 13 daerah penyakit dalam, misalnya spesialisasi cardiology: kelak menjadi INTERNIST CARDIOLOGIST, dokter spesialis penyakit dalam yang berurusan dengan gangguan jantung dan pembuluh darah

Nah, kalau Anda bertanya KENAPA KOK JOHANES LIM MEMBUAT RIBET ISTILAH MOTIVATOR DENGAN ISTILAH PROFESI DOKTER?

Sebetulnya bukan maksud saya membuat ribet; malahan sebaliknya, membuat hal yang dipersepsi ribet semrawut, menjadi jelas tertib dan simple

Kata MOTIVATOR dan atau PROFESI MOTIVATOR terlalu sering disalah artikan dan simpang siur tumpang tindih dengan aneka profesi lain; penyebabnya karena luasnya aplikasi dari MOTIVASI sendiri

Ada PREACHER atau Pengkhotbah (agama apapun) yang karena khotbahnya selalu MOTIVASIONAL INSPIRATIF sekalipun jarang mengutip ayat Kitab Suci, maka selain diundang sebagai Preacher, juga diundang berbicara sebagai MOTIVATOR; karena dianggapnya sama saja

Ada SALES TRAINER, karena pengajarannya juga memotivasi Sales Team agar jago jualan, maka juga diberikan predikat sebagai MOTIVATOR

Ada MARKETING GURU yang karena sub topik pengajarannya ada memotivasi orang, maka juga disebut MOTIVATOR

Ada BUSINESS MANAGEMENT GURU yang buku dan pengajarannya berat, namun karena pernah mengajarkan kalimat inspiratif, maka juga disebut MOTIVATOR

Ada SECURITY GUARD yang karena hobby ngomong dan menasehati orang, maka selain profesinya juga dipanggil MOTIVATOR

Ada TUKANG SAYUR DORONG yang karena sering memberi nasehat kepada emak emak yang belanja, maka diberikan predikat MOTIVATOR

Dan masih banyak contoh lainnya seperti ARTIST/ACTOR yang juga diberikan predikat MOTIVATOR; ada COMEDIAN (Pelawak) yang juga dijuluki MOTIVATOR; semuanya dengan latar belakang yang sama: karena mereka dianggap BISA MEMOTIVASI ORANG dan atau INSPIRATIF

Nah, dalam kesempatan ini, Johanes Lim ingin kita mempunyai persepsi yang sama tentang aneka simpang siur diatas, untuk kebaikan dan kehormatan kita bersama

motivasi bisnis, motivator bisnis indonesia, inspirator hidup, motivator terbaik, pengubah hidup, pembicara terbaik, pembicara terkenal, pelatih sukses, pakar industry 4.0, johanes lim

Salah satu hal yang bisa meluruskannya adalah dengan membedakan antara MOTIVASI dengan MOTIVATOR

MOTIVASI adalah ALASAN atau SEMANGAT untuk seseorang melakukan sesuatu dan atau tidak melakukan sesuatu

MOTIVATOR adalah ORANG YANG MEMBERIKAN ARAHAN ATAU PENYEMANGATAN TERHADAP ALASAN mengapa orang perlu melakukan sesuatu dan atau tidak melakukan sesuatu

Sebutan MOTIVATOR adalah bisa untuk siapa saja yang secara rutin berkesinambungan melakukan tugas pemotivasian; bisa secara cuma-cuma sebagai bentuk pelayanannya kepada Masyarakat; dan bisa dijadikannya PROFESI, dengan menerima bayaran (Fee) atas jasa PEMOTIVASIANNYA

Saya lanjutkan dengan menganalogikannya dengan profesi kedokteran diatas.

Kalau MOTIVATOR yang NON PROFESI saya anggap belum masuk kategori sebagai “GP”, melainkan mungkin masih “CO-ASS”; atau malahan hanya “Paramedic” atau bahkan “Med-Reps” saja

Kalau MOTIVATOR yang dijadikan PROFESI, maka pada tingkatan “GP”, materi atau topik MOTIVASI nya bisa bebas; bisa tentang subject apa saja dan untuk siapa saja kapan saja dimana saja; mulai dari content dan gaya yang umum generik, yang penting Massa happy bisa teriak teriak loncat loncat hura hura; sampai yang diberi kesan “seram, spiritual” dengan gaya meditatif spiritualisme; bebas saja, selama si MOTIVATOR merasa nyaman, dan selama orang atau kelompok orang yang dimotivasi merasa nyaman

Sedangkan MOTIVATOR yang seperti dokter SPECIALIST, maka sudah memposisikan dirinya untuk memotivasi kalangan (target market) tertentu; apakah SPORT MOTIVATOR, apakah TEENS MOTIVATOR, apakah WOMAN MOTIVATOR, apakah SPIRITUAL MOTIVATOR, apakah SUCCESS MOTIVATOR, apakah BUSINESS MOTIVATOR, dsj

Sama seperti dokter yang harus kembali belajar ketika mengambil spesialisasi, maka MOTIVATOR yang SPECIALIST juga harus menggembleng kompetensi, karakter dan track record dirinya, agar credible dalam melayani target audience yang dipilihnya; tidak bisa lagi sembarangan memberikan motivasi kepada siapa saja dengan subject apa saja, apalagi secara dangkal; karena selain KNOWLEDGE (yang paling gampang diperoleh, bahkan bisa secara gratisan dari sosmed), juga diperlukan SKILLS yakni keterampilan sesuai spesialisasi yang dipilihnya; dan kalau mau LARIS maka perlu ditambah dengan CREDIBILITY, bahwa sebagai SPECIALIST MOTIVATOR Anda memang sungguhan TELAH TERBUKTI BERHASIL MENERAPKAN MATERI MOTIVASI ANDA

Sekalipun lebih repot dan memerlukan pengorbanan serta dedikasi Anda TO WALK THE TALK, namun REWARDS nya juga setimpal dengan jerih payah Anda

TERAKHIR adalah menjadi SUPER SPECIALIST, yang kalau untuk dokter harus kembali belajar dan berkorban, maka sebagai SUPER SPECIALIST MOTIVATOR juga harus kembali belajar untuk memperdalam ilmu, wawasan dan kebergunaan diri Anda; agar ketika Anda mengajar, akan mencengangkan banyak Target Audience Anda; karena apa yang Anda ajarkan adalah ILMU MASA DEPAN yang belum pasaran, dan belum bisa dipelajari gratisan di sosmed atau dari MOTIVATOR biasa umumnya

Menurut saya, dijaman yang sudah sedemikian serba maju dan tech-based seperti sekarang ini; dimana Masyarakat dengan gampang dan gratisan bisa mengakses jutaan materi pembelajaran dari sosmed, termasuk materi motivasi; maka kalau Anda memilih “comfort zone” tidak mau repot belajar mengikuti perubahan jaman, sehingga tetap saja bolak balik mengajarkan “ilmu kuno”, maka nyaris mustahil bisa didengarkan orang, WHAT FOR? Ada banyak MOTIVATOR bagus inspiratif yang bisa didengar gratis di Youtube misalnya, mengapa harus mendengarkan ilmu Motivator usang?!

SUPER SPECIALIST apa yang harus Anda ambil, pelajari dan masyarakatkan?

Entahlah. Tergantung minat Anda; dan tergantung latar belakang reputasi dan kompetensi Anda

motivasi bisnis, motivator bisnis indonesia, inspirator hidup, motivator terbaik, pengubah hidup, pembicara terbaik, pembicara terkenal, pelatih sukses, pakar industry 4.0, johanes lim

Kalau Johanes Lim memilih menjadi MOTIVATOR BISNIS 4.0, dengan 3 alasan utama:

ALASAN PERTAMA, karena BISNIS adalah PENGGERAK EKONOMI, KEMASYARAKATAN, NEGARA bahkan DUNIA. BISNIS lah yang bisa menghasilkan UANG dan KEMAKMURAN; baik untuk perseorangan, masyarakat, bangsa maupun negara. Tanpa bisnis, maka tanpa ekonomi, tanpa duit, tanpa income pajak, tanpa penghasilan Masyarakat; sama artinya dengan tanpa adanya civilized society, seperti “JAMAN KUDA GIGIT BESI”

Sehingga dengan MENGHEBATKAN PEMAIN BISNIS & BISNISNYA, sama artinya dengan MENGHEBATKAN EKONOMI DAN MASYARAKAT DAN BANGSA DAN NEGARA

ALASAN KEDUA, karena Johanes Lim kebetulan adalah Doktor Bisnis; sehingga mengajar ilmu bisnis memang sudah lazim saja

Dan karena kebetulan lagi, saya memang hobby mengajar dan memotivasi orang, serta sebagai CHt, maka menjadi MOTIVATOR BISNIS juga adalah hal yang lazim saja

ALASAN KETIGA, saya melakukan “kawin silang” antara ACHIEVEMENT MOTIVATION PROGRAM dengan MERITOCRACY MANAGEMENT dengan INDUSTRY 4.0 adalah karena KEHARUSAN: sekarang sudah jamannya INDUSTRIAL REVOLUTION 4.0, sehingga siapa saja harus adaptif terhadap perubahan radikal revolusioner bawaan INDUSTRY 4.0, jika tidak mau MATI!

Maka Johanes Lim memposisikan diri, kalau menurut istilah kedokteran menjadi SUPER SPECIALIST, yaitu menjadi MOTIVATOR BISNIS 4.0

Kalau Anda bertanya: “APAKAH INDUSTRY 4.0 ITU?”, maka website ini akan saya penuhi dan update dengan aneka ARTIKEL dan VIDEO yang membahas tentang subject MOTIVATOR BISNIS INDUSTRY 4.0; yang bisa Anda pelajari secara cuma-cuma

Jika Anda mempunyai kebutuhan atau persoalan pribadi, yang artikel atau videonya belum ada saran solusinya; maka Anda dipersilahkan untuk memberitahu saya via WA, agar saya tulis atau video kan untuk Anda

WA: 0857 8017 3862

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *