Motivasi Bisnis Motivator Bisnis: THEOCAPITALISM Zero Poverty

Motivasi Bisnis Motivator Bisnis: THEOCAPITALISM Zero Poverty

Artikel Motivasi Bisnis dari Motivator Bisnis: Dr.Johanes Lim

VIDEONYA BISA ANDA TONTON DENGAN KLIK BANNER INI

motivasi bisnis, motivator bisnis indonesia, inspirator hidup, motivator terbaik, pembicara terbaik, pembicara terkenal, pelatih sukses, pakar industry 4.0, industrial revolution 4.0, pakar revolusi industri 4.0, pakar revolusi industry 4.0, revolusi industry 4.0

MENGAPA BISA TERJADI “ORANG KAYA JARANG SALEH. DAN ORANG SALEH JARANG KAYA?!”

Untuk Anda yang memerlukan motivasi bisnis, motivator bisnis indonesia, inspirator hidup, motivator terbaik, pengubah hidup, pembicara terbaik, pembicara terkenal, pelatih sukses, pakar industry 4.0, johanes lim

Apakah karena orang saleh lebih bodoh, atau lebih malas, atau lebih payah, sehingga sulit kaya?

JAWABANNYA adalah: “TIDAK! BUKAN!!”

Melainkan karena masalah SIKAP MENTAL (Mindset)!

  1. ORANG MISKIN, karena mengidap SIKAP MENTAL MISKIN: Percaya bahwa uang bukanlah segalanya. Lebih baik miskin asal bahagia. Lagipula Tuhan Allah cinta orang miskin, dan benci orang kaya; karena orang kaya serakah dan jahat! Karena mencari uang sangat susah, makanya orang berebutan sikut-sikutan melakukan aneka cara jahat untuk meraih kekayaan! LEBIH BAIK HIDUP MISKIN ASALKAN MASUK SORGA!
  2. ORANG KAYA, karena memiliki SIKAP MENTAL KAYA: Percaya bahwa dirinya berhak kaya Dan pasti kaya; bahwa ada peluang menghasilkan uang dimana mana, tinggal mengelolanya saja pasti jadi kaya; bahwa UANG ADALAH LEZAT DAN ENAK DAN NIKMAT DAN BAIK DAN BERGUNA; sebaliknya, MISKIN ITU TIDAK ENAK DAN POWERLESS, TERHINA, SEPERTI HIDUP DINERAKA; sehingga wajib hidup sukses kaya agar bangga bahagia, at all cost!

KALAU ADA YANG BERTANYA, LANTAS SIAPAKAH ATAU APAKAH GERANGAN YANG MENGAKIBATKAN ORANG SALEH JARANG KAYA?

Maka saya jawab… dengan sebelumnya… MOHON DIMAAFKAN! JANGAN DIMARAHI DULU sebelum Anda membaca sampai selesai…. YANG ANDIL PALING BESAR ADALAH…. PEMIMPIN UMAT!!

MEMANG BENAR. Kalau Anda berani jujur dan Open Minded, tanpa prejudice dan tanpa gentar; maka akan Anda temukan bahwa penyebab terbesar banyak ORANG SALEH JARANG DAN SUSAH BANGET UNTUK KAYA ADALAH GARA-GARA TERINDOKTRINASI OLEH PEMIMPIN AGAMANYA!

Bukan karena salah mengajar. Juga bukan karena mengajarkan hal yang salah

  • Melainkan terlalu serius fokus dan MELULU mengajarkan dan menuntut agar umatnya HIDUP SALEH!

Itu saja! Dan itu saja sudah cukup untuk menjauhkan ORANG SALEH DARI KEKAYAAN!

Mengapa? KARENA SIKAP MENTAL ITU TIDAK KONDUSIF TERHADAP KEKAYAAN!

Itu saja

Coba Anda amati dan simak serta analisis secara seksama: Apakah sifat dan sikap seperti diatas kondusif terhadap perolehan dan atau penciptaan kekayaan?

  1. Secara mental saja tidak ada sedikitpun tersirat ajaran atau anjuran untuk menjadi kaya; apalagi membekali umat agar kaya? 0%
  2. Secara technical, tidak ada secuilpun Success Skills apalagi Money Making Skills yang diajarkan kepada umat; 0%
  3. Dengan absennya pengajaran tentang inspirasi menjadi sukses kaya, maka 0% asupan pikiran mental dan Sub-Conscious Mind tentang apa itu kekayaan dan atau cara menjadi kaya, bukankah demikian?

DIPERPARAH dengan kebiasaan PREJUDICE dan DIKOTOMI tentang “UANG ITU TIDAK ROHANI” dan atau “ORANG KAYA ITU JAHAT” dan atau “TUHAN ALLAH CINTA ORANG MISKIN”; maka CELAKA 19! Paripurnalah terbangun BASIC BELIEF SYSTEM yang 0% pro kekayaan, dan 100% tidak kondusif terhadap kekayaan!

Kalau diajaran agama, ada istilah yang seperti “HUKUM TABUR-TUAI, MEMBERI-DIBERI”

Kalau diajaran sekuler, ada istilah “THE LAW OF ATTRACTION”

Sekalipun berbeda kalimat, namun esensinya sama saja; bahkan dampaknya sama saja, yakni:

APA YANG DITABUR ADALAH APA YANG AKAN DITUAI! APA YANG MASUK ADALAH APA YANG KELUAR! INPUT = OUTPUT!

Pikiran kecil menarik kekecilan.

Pikiran BESAR menarik KEBESARAN!

Pikiran miskin menarik kemiskinan!

Pikiran kaya menarik kekayaan!

Begitulah.

Makanya umum terjadi ORANG MISKIN TAMBAH MISKIN! ORANG KAYA TAMBAH KAYA!

Bukan karena diskriminasi SARA!

Bukan karena “nasib”!

Bukan karena TUHAN ALLAH pilih bulu pilih kasih atau tidak mau atau tidak mampu memberkati umatNYA! Melainkan karena ada yang salah kaprah, GAGAL PAHAM!

Tapi sebagai manusia yang waras, yang paham bahwa manusia adalah TRIKOTOMI, terdiri dari TUBUH-JIWA-ROH, maka apa yang diajarkan kepada manusia harusnya yang cocok untuk manusia! DAN BUKANNYA YANG COCOK UNTUK YANG NON MANUSIA!

  1. Jadi, maksud Johanes Lim adalah MBOK YA LEBIH MANUSIAWI KETIKA MENGAJAR MANUSIA! Jangan melulu bolak balik mondar mandir mengajarkan dan menuntut umat untuk mempercayai dan menuruti URUSAN ROHANI MELULU! (apalagi tentang riwayat manusia jaman dahulu kala; yang andaikan mereka DIBANGKITKAN DARI KUBURNYA dan menyaksikan kecanggihan teknologi kehidupan modern; maka bisa saja mereka PARA TOKOH BESAR ITU SHOCK dan menganggap handphone atau TV adalah MUJIZAT, dan atau pesawat terbang atau drone adalah MUJIZAT! Dan mungkin saja MENYEMBAH SEGALA MACAM GADGET TSB!?) Tapi juga urusi juga perihal JIWANYA (mentalnya, pikirannya, akal budinya) supaya BERKARAKTER POSITIF HEBAT! Supaya MOTIVATIONAL! Supaya punya FIGHTING SPIRIT & CHAMPION SPIRIT! Supaya punya SUCCESS SKILLS yang menjadikannya kompeten kompetitif gampang mencari uang dan sukses kaya!!
  2. Berbarengan, juga urusi perihal BADAN/TUBUHNYA, yaitu sandang pangan papan nya! Supaya jemaat HIDUP SERBA BERKECUKUPAN! Bisa makan enak sampai kenyang, tidak perlu menghemat, karena punya cukup duit! PUNYA rumah/apartemen sendiri! BUKAN NYEWA ATAU NGONTRAK!! Masak sih sudah ikut TUHAN ALLAH yang katanya Maha Kaya begitu lama, tapi kok  masih melarat rungsing dan hina bolak balik ngontrak dari muda sampai tua!?

NAMUN KARENA SUKSES KAYA punya “Hukumnya” sendiri; tidak bisa dicampuradukkan dengan “hukum” lain, apalagi yang tidak relevan; maka Pemimpin Agama dan Umat Beragama HARUS DIAJAR DAN BELAJAR “HUKUM SUKSES KAYA” atau SUCCESS SKILLS agar paham dan skillful tentang cara sukses kaya!

  1. Harus paham bahwa yang penting itu adalah APPLIED FAITH! Dan bukan sekedar fanatisme keagamaan. IMAN TANPA PERBUATAN APA GUNANYA? Berdoa tanpa bertindak, sama saja “seperti punguk merindukan bulan?”
  2. Percaya TUHAN Maha Kaya tapi diri sendiri hidup dalam kemelaratan permanen, apa gunanya? Percaya TUHAN Maha Baik tapi sifat dan perkataan serta perbuatan sendiri tidak baik, apa gunanya? PERTAMA TAMA DAN UTAMA ADALAH MENGUBAH DIRI MENJADI KONDUSIF TERHADAP KESUKSESAN DAN KEKAYAAN! HARUS MEMILIKI SIFAT DAN KARAKTER YANG BAIK BENAR BERGUNA, barulah akan ada orang atau TUHAN yang mau menolong membebaskan diri orang tsb dari jeratan kesusahan penderitaan dan kemiskinan!
  3. Setelah itu, ORANG YANG BERKARAKTER POSITF tsb HARUS DIBANTU, DIFASILITASI, DIBERDAYAKAN, DAN DIMODALI; agar apa yang telah menjadi potensi kapasitas kualitas hidup orang tsb bisa diwujudkan MENJADI TINDAKAN DAN HASIL!! KESUKSESAN DAN KEKAYAAN DAN KEHORMATAN DAN KEBERGUNAAN!!

Itulah “tugas baru” yang Johanes Lim rancangkan untuk Anda

Program detailnya sudah saya jabarkan di THEOCAPITALISM ZERO POVERTY, step-by-step, tinggal Anda contek dan terapkan saja, KUALITAS DAN KAPASITAS HIDUP SERTA DUIT ANDA DAN UMAT PASTI MELEDAK!!

Target Johanes Lim melalui THEOCAPITALISM ZERO POVERTY bisa sungguhan terwujud: TIDAK ADA KEMISKINAN LAGI DIBUMI INDONESIA, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote; secara CEPAT TEPAT HEMAT HEBAT!!

SEMUA WARGA NEGARA INDONESIA minimal (sekurang-kurangnya, sejelek jeleknya) BEBAS MERDEKA (Freedom) DARI HUTANG (Debt Free) dan dari tetek bengek remeh temeh urusan basic needs SANDANG-PANGAN-PAPAN-PENDIDIKAN-KESEHATAN-INTERNETAN; untuk dirinya dan keluarganya; serta berlanjut menjadi Saluran Berkat dan Rakhmat TUHAN ALLAH bagi sesama saudara kita sebangsa setanah air; dan bahkan kemudian merambah kebangsa bangsa lain: FROM INDONESIA TO THE WORLD!

https://sangmotivator.com/

WA: 0857 8017 3862

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *